Jakarta, 28 Juni 2026 — Seorang peneliti keamanan siber asal Indonesia, Dennisius Reki, baru saja mencetak prestasi yang membanggakan di kancah internasional. Ia berhasil menemukan celah keamanan pada subdomain milik Pemerintah Amerika Serikat, khususnya di lingkungan state.gov, yang kemudian divalidasi langsung oleh tim keamanan siber Kementerian Luar Negeri AS (U.S. Department of State) melalui platform HackerOne.
Celah yang ditemukan Reki ini dinilai memiliki tingkat keparahan “Medium” dengan skor CVSS (Common Vulnerability Scoring System) sebesar 5.3. Validasi resmi ini menjadi pengakuan penting atas kemampuan dan dedikasi Reki dalam dunia bug hunting.
Kabar gembira ini disampaikan langsung melalui platform HackerOne, tempat berkumpulnya para peretas etis (white-hat hackers) dari seluruh dunia untuk berkolaborasi dengan berbagai lembaga dan perusahaan besar dalam menjaga keamanan siber.
“Bagi saya, angka 5.3 ini bukanlah segalanya. Yang lebih penting adalah kenyataan bahwa celah yang saya temukan dianggap valid dan berdampak oleh salah satu institusi pemerintah terkuat di dunia. Itu adalah pencapaian yang tidak bisa saya ukur hanya dengan angka,” ungkap Reki dalam pernyataannya.
Perjalanan panjang yang ia lalui dimulai dari proses perencanaan, pengintaian digital, pemetaan arsitektur sistem, hingga pengujian parameter-parameter yang tampak sepele namun menyimpan potensi kerentanan. Setiap kegagalan dan jalan buntu justru mengajarkan arti ketekunan yang sesungguhnya.
Reki juga menambahkan bahwa proses ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknisnya, terutama dalam analisis kode, pengujian penetrasi, dan eksploitasi kerentanan, tetapi juga memperluas wawasannya tentang pentingnya menjaga keamanan informasi di era digital yang saling terhubung.
“Saya belajar bahwa dalam dunia keamanan siber, kesabaran adalah senjata utama, dan ketelitian terhadap detail-detail kecil sering kali menjadi pembeda antara menemukan celah atau melewatkannya begitu saja,” tutupnya.














